Pengamat: PKS Ubah Lambang Dekati Milenial dan Lebih Terbuka

Jakarta — Pengamat politik dari Universitas Padjadjaran Kunto Adi Wibowo menilai langkah PKS mengubah lambang menunjukkan iktikad parpol tersebut menggaet suara generasi muda atau milenial jelang Pemilu 2024. Menurutnya, PKS ingin menghadirkan citra sebagai partai inklusif lewat perubahan lambang ini.

“Saya lihat ini usaha rebranding untuk milenial, untuk lebih inklusif atau enggak eksklusif lagi,” kata Kunto kepada CNNIndonesia.com, Selasa (1/12).

Dia menjelaskan warna dari lambang baru menggambarkan bahwa PKS adalah partai muda, segar, dan lebih fleksibel. Menurutnya, bentuk lambang baru pun memperlihatkan bahwa PKS akan menjadi sebuah partai yang fleksibel.

“Saya melihat PKS berusaha lebih fresh dengan rounded atau enggak lancip-lancip lambangnya, enggak segitiga, enggak kotak tapi lebih bulat, lebih fleksibel menunjukkan fleksibilitas,” tutur pria yang juga dikenal sebagai Direktur Eksekutif KedaiKOPI tersebut.

Meskipun demikian, Kunto mengingatkan langkah untuk membidik milenial dan menghadirkan citra diri sebagai partai inklusif tak bisa ditempuh hanya dengan mengubah lambang.

Menurutnya di tengah kelahiran sejumlah partai berbasis Islam dalam beberapa waktu terakhir, PKS harus mengubah cara berinteraksi, baik di media massa dan media sosial serta di akar rumput.

“Rebranding logo cara pertama, PKS selanjutnya harus benar-benar jadi inklusif karena beberapa hasil survei PKS adalah partai yang eksklusif, hanya kadernya saja yang boleh menimbrung,” tuturnya.

Kunto menambahkan, PKS juga harus mempertahankan posisi sebagai partai oposisi pemerintah. Menurutnya, posisi itu harus dipertahankan PKS demi memperoleh hasil yang baik di Pemilu 2024 mendatang.

“Orang di 2024 butuh tawaran lain selain status quo dan posisi dia [PKS] di oposisi akan memperkuat branding-nya,” kata Kunto.

Sebagai informasi, PKS telah resmi mengubah lambang partai. Perubahan lambang PKS bertepatan dengan puncak penyelenggaraan forum Musyawarah Nasional (Munas) V PKS yang digelar di Bandung Jawa Barat, Minggu (29/11).

Sekretaris Jenderal PKS Aboe Bakar Alhabsy mengatakan lambang baru memiliki filosofi parpol tersebut tampil lebih segar, lebih dekat, dan terbuka untuk semua kalangan.

“Perubahan lambang, mars dan hymne sudah dirumuskan sejak kepengurusan sebelumnya. Esensi perubahan ini adalah PKS harus tampil lebih segar, lebih dekat dan terbuka untuk semua kalangan,” kata Aboe dalam keterangan resminya.

Berdasarkan foto yang diterima, logo yang terkandung dalam lambang PKS tersebut masih mirip dengan logo sebelumnya yakni berbentuk 2 bulan sabit yang mengapit padi.

Namun, perbedaannya kini logo PKS memiliki warna putih dan memiliki latar belakang berwarna oranye. Lalu, bentuk dasar dari logo itu kini berbentuk bulat dengan tulisan PKS berwarna hitam di bawah lambang tersebut.

Sebelumnya, logo PKS adalah bergambar 2 bulan sabit yang mengapit kapas dengan warna emas dengan latar belakang hitam. Logo terdahulu memiliki bentuk dasar kotak.

Gambar oranye sebagai latar belakang dari lambang tersebut memiliki filosofi adalah harapan dan semangat yang selalu optimis dan tetap muda. Sementara warna putih sebagai warna dasar logo memiliki makna filosofis yang menggambarkan ketulusan dan kesucian hati.

Sumber: CNN Indonesia

 

Baca Juga

H. Ahmiyul Rauf : Terus Bekerja, Selagi Dipercaya

Pekanbru – Dihitung sejak saya bekerja sebagai Ahli Geologi, dan berpindah-pindah ke berbagai perusahaan, saya …